Bos 222

Bekantan S Hitam

Tabang

Museum Mulawarmanr

Taman Gubangss

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray Baruss

Ladayass

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 60
Total Hits : 1,853,748
Pengunjung Hari Ini : 27
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 521,588

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

 Wisata Persawahan Di Gubuk Semar Desa Badak Mekar

Desa Badak Mekar, Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara ternyata menyimpan objek wisata indah dengan hamparan persawahan serta ditemani gemericik air kolam pemancingan ikan Nila. Objek wisata itu adalah Gubuk Semar. Diketahui, Objek wisata Gubuk Semar merupakan objek wisata yang masuk ke dalam 12 besar Anugerah Tempat Wisata Idaman (ATWI) tahun 2023. Persawahan yang berlokasi di Kilometer 45, jalan poros Samarinda-Bontang, memang tidak seperti pada umumnya, sebab telah disulap menjadi tempat wisata yang menarik. 
Bagi yang ingin berkunjung ke sana, wisatawan bisa merogoh kocek tarif masuk sebesar Rp 10 ribu per orang. Jika ingin menginap, terdapat 15 unit tenda jenis glamping dan camping ground yang bisa disewa. Harga sewa glamping berkisar Rp 350-400 ribu per malam. Sedangkan harga sewa camping ground berkisar Rp 100 – 200 ribu per malam, dengan dua jenis pilihan yang didasarkan pada kapasitas daya tampungnya. 
Objek Wisata baru di Kecamatan Muara Badak ini memadukan konsep modern dan tradisional, objek wisata ini menjadi daya tarik tersendiri dengan keunikannya. Nuansa yang masih asri disekelilingnya, dengan hamparan padi yang luas menjadi tempat untuk berfoto bagi pengunjung maupun wisatawan yang dating. Fasilitas-fasilitas pendukung sudah dilengkapi pihak objek wisata seperti toilet, tempat makan, hingga glamping yang bisa disewakan bagi pengunjung. untuk tarifnya yang terjangkau, kita sudah bisa menikmati indahnya suasana alam dengan konsep tradisional yang dipadukan dengan modern.

 Silsilah Kampung Martabak Kari Di Loa Tebu, Kukar

Di Loa Tebu, ada empat pedagang santapan berbahan dasar tepung terigu itu. Tiga di antaranya adalah Hajah Dijah, Hajah Noor, dan Haji Arbaen. Kedai milik Hajah Noor dan Haji Arbaen berjarak hanya beberapa meter dari kedai Hajah Dijah. Keberadaan mereka membuat Loa Tebu terkenal sebagai kampung martabak kari. Almarhum orangtua yang pertama kali membuat martabak dan bumbu kari di Loa Tebu, ungkap perempuan berdarah India dan Kutai itu. Saat diwawancari, Ibu Hajah Dijah didampingi putranya, Fauzi, 45 tahun. Fauzi lantas menceritakan sejarah keberadaan martabak kari di Loa Tebu. Sebermula dari kesulitan kakeknya, Maido Bin Poker, mencari kerja di tanah kelahirannya di India. Putus asa, pria kelahiran 1886 itu merantau ke Indonesia pada 1942 silam. Di negeri ini, ia menemui sahabatnya yang miliki pabrik lilin di Balikpapan, Kaltim. Maido bekerja di pabrik tersebut sebagai buruh.
Beberapa bulan kemudian, Maido berhenti bekerja. Hasil jerih payah menjadi buruh pabrik lilin, ia gunakan membuka rumah makan di Kelurahan Klandasan Ulu, Balikpapan Kota. Ia menjual nasi campur kari. Pelanggannya adalah buruh yang bekerja di pabrik lilin, tempat kerja Maido sebelumnya. “Beliau memang hobi memasak,” cerita Fauzi. Suatu hari pada 1944, Maido mendapat permintaan bantuan dari sahabatnya yang tinggal di Tenggarong, Abdullah. Ia diminta menjaga warung milik Abdullah di Loa Tebu. Gayung bersambut, Maido pindah ke Loa Tebu. Di sinilah, ia bertemu dengan pujaan hatinya, Hajah Encek Mastora. Pada tahun itu juga, Maido menikahi gadis pribumi itu.
Dari perkawainannya, Maido dan Hajah Encek dikaruniai delapan anak, salah satunya Hajah Dijah. Agar asap di dapur tetap bisa mengepul, Maido menjual martabak. Ilmu membuat martabak ia peroleh saat masih tinggal di India. Hajah Encek selalu setia menemani suaminya menjalankan usaha sampai akhir hayat memisahkan. “Kakek wafat pada 1968,” sebut Fauzi. Maido meninggalkan sejumlah warisan yang amat berarti bagi keturunannya, yaitu ilmu meracik martabak kari. Peninggalan yang lain adalah batu penggiling bumbu dan wajan yang dibawa Madio dari India. Hajah Dijah kemudian melanjutkan usaha ayahnya sampai hari ini. Ia dibantu anaknya, Fauzi. Hajah Dijah dan Fauzi tak hanya menjual martabak tapi juga bumbu mentah kari. Ada dua ukuran kemasan bumbu tersebut yakni 30 gram dan 500 gram. Kemasan tersebut diberi merek Bumbu Kari India. Bumbu racikan kari buatan Hajah Dijah amat disukai banyak orang.

 Sejarah Pangeran Noto Igomo Tenggarong

Perjalanan bangsa Indonesia tak akan pernah terlepas dari kontribusi para ulama. Mereka memainkan peran penting di berbagai lini kehidupan bangsa dan negara, mulai dari pendidik, pendakwah, pemberdaya ekonomi, hingga pemberi nasihat dan petuah kepada penguasa. Tenggarong Sebagai Kabupaten yang ada di Kalimantan Timur berperan dalam tonggak sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagai tempat berdiri pertama kalinya Kerajaan tertua yaitu Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Sejarah Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mencatat, betapa para ulama itu berjasa besar dalam membangun peradaban. Terutama setelah kerajaan yang semula menganut Hindu ini beralih menjadi kesultanan besar yang berlandaskan Islam. Kutai memberikan kedudukan terhormat bagi ulama ini setidaknya terlihat dari posisi mereka sebagai penasihat sultan.
Salah satu wisata religi yang ada di Tenggarong yaitu Makam Kelambu Kuning. Makam ini merupakan bagian dalam sejarah Kesultanan di Indonesia yang paling sering dikunjungi wisatawan yang melakukan wisata religi sekaligus ziarah. Khususnya pada masa Kesultanan Kutai Kartanegara pemerintahan Aji Sultan Alimuddin tahun 1899-1910, dikenal ada seorang ulama yang menjadi kepercayaan Kesultanan Kutai Kartanegara. Ulama tersebut ialah Muhammad bin Yahya yang diberi gelar oleh Sultan kepadanya yaitu Pangeran Noto Igomo. Pangeran Noto Igomo pun menikah dengan putri Sultan Kutai setelah ia mengobati putrinya sampai sembuh. Dari pernikahnnya dengan Putri Sultan, Pangeran Noto Igomo dikaruniai enam anak laki-laki dan empat anak perempuan.
Tepatnya pada tanggal 26 Rabiul Awwal 1366 H atau 17 Februari 1947 M, Pangeran Noto Igomo meninggal dengan usia 103 tahun. Jasadnya dimakamkan di Pekuburan Jalan Gunung Gandek Tenggarong atau Makam Kelambu Kuning. Makamnya disandingkan dengan makam istrinya dan Sultan Alimuddin selaku mertuanya. Kedua ruangan makam tersebut dihiasi kain berwarna kuning pekat, maka dari itu dikenal dengan Makam Kelambu Kuning. Saat ini, makam bersejarah ini berada di Jalan A. Moh. Alimuddin, Melayu, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Pengunjung yang berwisata ke Kota Tenggarong dianjurkan untuk berziarah di makam ini. Selain itu, kita akan mendapatkan pengetahuan mengenai Kesultanan Kutai Kartanegara.

 Tempat Bersantai Dan Bermain Anak Di Taman Ulin

Terletak Jl. Mawar Kelurahan Panji tepat dipusat kota Tenggarong, Taman Ulin Tenggarong menjadi destinasi nyaman untuk dikunjungi di Kutai Kartanegara. Pengunjung yang datang dapat bersantai sembari menikmati suasana destinasi yang bikin betah. Terlebih terdapat beragam fasilitas mumpuni yang menunjang kegiatan wisatawan. Berkunjung ke taman selalu menjadi pilihan menarik. Anda menjadi tidak perlu bepergian terlalu jauh untuk berlibur. Apalagi Taman Ulin terkenal dengan konsep sebuah wisata rekreasi yang menunjang kegiatan wisatawan yang datang di Tenggarong Kutai Kartanegara. Berlama-lama di destinasi di jamin bikin betah siapa pun yang datang. Wisata rekreasi dan hiburan ini paling cocok untuk menenangkan diri. Keindahan taman akan terasa sejuk di mata dan pikiran. Daya tarik utama dari Taman Ulin Tenggarong berada di konsep desain yang di terapkan. Terdapat beberapa bangunan yang nampak di desain dengan menarik. Belum lagi dipadukan dengan taman dengan berbagai macam tanaman hias yang nyaman untuk di pandang. Hal tersebut membuat nilai plus dalam keindahan taman. Terdapat pula tempat bersantai nyaman bagi pengunjung. Ada juga taman bermain untuk anak-anak. Tidak semua tempat wisata ramah untuk segala usia. Namun, berbeda dengan destinasi indah satu ini. Sebab ada pilihan fasilitas mumpuni yang mana dapat di akses untuk segala usia. 
Desain taman memang terbagi menjadi dua. Sebelah barat terdapat beragam gazebo untuk istirahat wisatawan. Protokol kesehatan harus tetap diterapkan selama berada disekitar area taman ulin demi menjaga kesehatan bersama. Melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) telah mengaudit Taman Pintar dan Taman Ulin di Kecamatan Tenggarong yang tujuannya agar kedua taman tersebut dapat tersertifikasi menjadi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Taman Ulin ini menjadi tempat yang nyaman pagi masyarakat sehingga layak disebut sebagai salah satu wisata rekreasi keluarga terlebih bakal tersertifikasi menjadi ruang bermain ramah anak.

 Nuansa Nyaman Di Danau Taman Gubang

Wisata lokal ini terletak di Dusun Kampung Kajang Desa Loa Ulung Tenggarong Seberang kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur. Wisata yang selalu hampir setiap hari ada pengunungnya terlebih saat libur akhir pekan ini menyajikan wisata gubang yang akan membuat kita menjadi ingin menikmatinya terus. Kebanyakan para pengunjung yang datang bukan hanya sudah pernah datang, tetapi ada yang sudah berkali-kali datang ke taman gubang kareana nuansa menaiki gubang di danau menikmati indah nan asrinya pemandangan menjadikan pengunjung betah dan ingin mengulangnya lagi.
Wisatawan asal Marangkayu, Nima beserta suami dan anaknya mengatakan sudah 2 kali kesini, suasana yang nyaman saat naik gubang. Nuansa yang nyaman menjadikan pengunjung maupun wisatawan betah, hal ini membuat pihak pengelola selalu memperbaharui fasilitas dan menambah beberapa spot maupun jualan sehingga pengunjung yang datang berapa kalipun tidak akan bosan. Terlebih semua fasilitas seperti wc umum, mushola, warung makanan berat atau ringan semuanya tersedia disini menjadikan Taman Gubang selalu diminati pengunung maupun wisatawan. 
Destinasi wisata yang terletak di Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang ini ditunjuk menjadi salah satu contoh wisata yang dapat berkontribusi bagi daerah, khususnya pajak dari pengelolaan pariwisata. Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Slamet Hadiraharjo, melalui Bidang Pengembangan Pariwisata, Kukar M Ridha Fatrianta mengatakan bahwa Taman Gubang merupakan salah satu wisata yang telah berkontribusi ke daerah. Dalam artian sejauh ini pengelolaan wisata tersebut sudah baik. Wisata Taman Gubang sampai dengan saat ini sudah berkontribusi untuk daerah, artinya mereka sejauh ini pengelolaan wisata sudah cukup baik. Dan termasuk wisata yang mendapat penghargaan pemberdayaan masyarakat dan lingkungan dari Dispar Kukar pada tahun 2023 lalu. Hal ini membuat wisata Taman Gubang terus berkembang dalam aspek pengelolaan, kebersihan, dan pemberdayaan masyarakat dan lingkungannya sehingga membuat pengunjung merasa nyaman.

 Senam Pagi Para Karyawan Karyawati Dinas Pariwisata

Dalam upaya meningkatkan silaturahmi antar sesama pegawai dan Dharma Wanita Persatuan UP Dinas Pariwisata, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara insentifkan senam pagi, Jumat (23/2/2024) di halaman Planetarium Jagad Raya Tenggarong. Tampak Kepala Dispar Slamet Hadiraharjo berpeluh mengikuti senam ini didampingi beberapa eselon tiga dan seluruh staf Dispar, juga tidak ketinggalan Ketua DWP UP Dinas Pariwisata Eka Yuyun Noorliany berserta jajarannya. Usai senam, seluruh peserta menikmati sajian bubur Manado plus ikan asin, ubi rebus, kacang rebus dan pisang rebus. 
Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara sendiri sudah sering melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan kebugaran para karyawan. Sebelumnya, setiap hari Jum’at sering diadakan olahraga pagi bersama salah satunya di halaman parkir Planetarium Jagad Raya Tenggarong yang kebetulan sedang persiapan acara raker bidang ekonomi kreatif yang dilaksanakan di tempat yang sama. 

 Berwisata Rekreasi Alam Ala Taman Bukit Durian

Wisata Taman Bukit Durian berada di KM 20 Tenggarong Kutai Kartanegara. Taman Bukit Durian ini menyajikan berbagai tempat untuk berswafoto dan sangat dianjurkan berlibur akhir pekan bersama keluarga, pasangan, maupun orang terdekat sambil menikmati kebun buah durian yang asli. Suasana disekitar area Taman Bukit Durian sangat sejuk, walaupun pada terik matahari siang, kita masih tetap berteduh dibawah pepohonan sehingga terasa angin segar disekitar kita terlebih kita bisa mencicipi buah durian. Destinasi wisata yang baru sekitar pertengahan 2021 ini dibuka sudah mulai digandrungi oleh pengunjung baik itu dari Kecamatan Tenggarong maupun luar daerah. 
Lurah Loa Ipuh Darat, Ar. Ambo Dalle mengatakan, destinasi wisata Bukit Durian terletak di RT 05 KM 20 Jalan Poros Tenggarong – Kota Bangun dan terletak di pinggir jalan. Lahan yang dijadikan Bukit Durian ini diperkirakan seluas 100 hektar, namun bukan hanya buah Durian saja yang ditanami tetapi ada bermacan-macam aneka buah-buahan di dalamnya. Suasana di Bukit Durian banyak pepohonan dengan udara segar. Pengelola tempat wisata ini yang merupakan kelompok tani Kelurahan Loa Ipuh Barat membuat lokasi mulai banyak dikunjungi masyakarat.  Di lokasi ini  ada gazebo tempat istirahat makan minum, toilet, tenda-tenda penjual makanan ringan serta kopi dan berbagai minuman menyegarkan lainnya.  Objek Wisata ini selalu dipadati pengunjng terlebih saat akhir pekan maupun hari libur.

 Wisata Rekreasi Di Danau Kumbara Desa SP3

Destinasi kali ini berada di Desa SP3, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Desa SP3 terus berbenah, salah satunya dengan adanya Objek Wisata Danau Kumbara. Saat ini pihak desa terus berbenah untuk melengkapi fasilitas-fasilitas yang ada di objek wisata ini. Taman-taman yang sudah ada dan digunakan para pengunjung seperti area tempat duduk sehingga bisa beristirahat sembari menikmati suasana alam sekitar. Disisi danau kumbara ini juga terdapat gazebo-gazebo unik. 
Jembatan yang dibangun untuk akses menuju gazebo ini berada tepat disisi danau sehingga pengunjung dimanjakan dengan suasana danau. Kedepannya, objek wisata ini akan terus dibenahi sehingga nantinya akan menjadi objek wisata unggulan di Desa SP3. Wisatawan yang datang ke Danau Kumbara, selain lokal Kukar, ada juga yang berasal dari Kota Samarinda dan Balikpapan hingga wisatawan asing. Sekitar delapan orang wisatawan Amerika Serikat (AS) sudah kesini di tahun 2023 lalu. Objek wisata Danau Kumbara merupakan lahan eks tambang PT Gemida dengan luas 2 hektare lebih. Kini, menjadi tempat wisata air yang sangat menarik. Dengan merogoh kocek Rp5 ribu, pengunjung pun sudah bisa menikmati pemandangan danau kumbara tersebut. Semakin tahun tingkat pengunjung yang datang pun meningkat sehingga mendorong Pemerintah Desa untuk menambahkan wahana baru.

 Menikmati Senja Di Taman Kota Raja

Senja disuatu tempat menjadi sesuatu yang istimewa bagi beberapa orang, terlebih untuk yang suka mengabadikan momentum disaat matahari terbenam. Kota Raja Tenggarong memiliki keindahan yang membuat nyaman dan betah sehingga senja menjadi sesuatu yang juga paling ditunggu-tunggu. Tenggarong mempunyai taman yang indah, dihiasi beberapa bunga dan spot-spot menarik. Taman Kota Raja menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi menjelang senja hingga malam hari.
Banyak aktifitas-aktifitas masyarakat setempat, ada yang jogging, bersepeda, menikmati kuliner yang disediakan penjual tepat dengan pemandangan jembatan yang indah, dan ada juga yang hanya duduk-duduk bersantai bersama keluarganya. Kegiatan masyarakat yang selalu ramai hamper setiap hari saat senja terlebih saat akhir pekan, sudah dipastikan banyaknya masyarakat menikmati senja di Taman Kota Raja.

 Rapat Penetapan Kalender Event 2024

Rapat pembahasan penetapan Kalender Event Kabupaten Kutai Kartanegara 2024 di ruang rapat Dinas Pariwisata Kukar hari Rabu (28/2/2024). Rapat ini membahas tentang singkronisasi penetapan event dengan tanggal pelaksanaannya sehingga event tersebut sesuai dengan jadwal yangh tertera di kalender event yang akan dibuat. 
Rapat ini terlaksana Dalam rangka menjalankan program dedikasi Kepala Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu program Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F), melalui kegiatan Fasilitasi Proses Kreasi Produksi, Distribusi, Konsumsi dan Konservasi Ekonomi Kreatif. Direncanakan dalam waktu dekat akan diumumkan ke publik sehingga seluruh masyarakat akan mengetahui event-event yang akan dilaksanakan dalam sepanjang tahun 2024. Tahun ini mengalami sedikit perbedaan waktu dalam pengumuman kalender event yang biasanya saat Peringatan Peristiwa Merah Putih di Sangasanga setiap tahunnya, terjadi perbedaan dikarenakan masih menyusun tanggal, bulan, dan waktu kegiatan setiap event di daerah-daerah baik itu event budaya maupun hiburan masyarakat.