Bos 222

Bekantan S Hitam

Tabang

Museum Mulawarmanr

Taman Gubangss

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray Baruss

Ladayass

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 20
Total Hits : 1,850,755
Pengunjung Hari Ini : 11
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 519,615

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 149 Next > Last >>

 Menikmati Senja Di Taman Kota Raja

Senja disuatu tempat menjadi sesuatu yang istimewa bagi beberapa orang, terlebih untuk yang suka mengabadikan momentum disaat matahari terbenam. Kota Raja Tenggarong memiliki keindahan yang membuat nyaman dan betah sehingga senja menjadi sesuatu yang juga paling ditunggu-tunggu. Tenggarong mempunyai taman yang indah, dihiasi beberapa bunga dan spot-spot menarik. Taman Kota Raja menjadi tempat yang paling banyak dikunjungi menjelang senja hingga malam hari.
Banyak aktifitas-aktifitas masyarakat setempat, ada yang jogging, bersepeda, menikmati kuliner yang disediakan penjual tepat dengan pemandangan jembatan yang indah, dan ada juga yang hanya duduk-duduk bersantai bersama keluarganya. Kegiatan masyarakat yang selalu ramai hamper setiap hari saat senja terlebih saat akhir pekan, sudah dipastikan banyaknya masyarakat menikmati senja di Taman Kota Raja.

 Rapat Penetapan Kalender Event 2024

Rapat pembahasan penetapan Kalender Event Kabupaten Kutai Kartanegara 2024 di ruang rapat Dinas Pariwisata Kukar hari Rabu (28/2/2024). Rapat ini membahas tentang singkronisasi penetapan event dengan tanggal pelaksanaannya sehingga event tersebut sesuai dengan jadwal yangh tertera di kalender event yang akan dibuat. 
Rapat ini terlaksana Dalam rangka menjalankan program dedikasi Kepala Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara yaitu program Kutai Kartanegara Kaya Festival (K3F), melalui kegiatan Fasilitasi Proses Kreasi Produksi, Distribusi, Konsumsi dan Konservasi Ekonomi Kreatif. Direncanakan dalam waktu dekat akan diumumkan ke publik sehingga seluruh masyarakat akan mengetahui event-event yang akan dilaksanakan dalam sepanjang tahun 2024. Tahun ini mengalami sedikit perbedaan waktu dalam pengumuman kalender event yang biasanya saat Peringatan Peristiwa Merah Putih di Sangasanga setiap tahunnya, terjadi perbedaan dikarenakan masih menyusun tanggal, bulan, dan waktu kegiatan setiap event di daerah-daerah baik itu event budaya maupun hiburan masyarakat.

 Rapat Kerja Pengembangan Bidang SDM Parekraf

Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mempertajam pemetaan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di 10 kabupaten/kota di wilayahnya. Hal itu untuk menyelaraskan program kerja dan kegiatan dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kegiatan yang bertema Rapat Kerja Pengembangan Bidang SDM Parekraf tersebut dilaksanakan di Hotel Jatra Balikpapan 19 Februari 2024. Setiap kabupaten/kota memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam pengembangan SDM parekraf. 
Misalnya, Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) membutuhkan pemandu wisata, sedangkan Kutai Barat membutuhkan pelatihan pengelolaan travel dan sebagainya. Di satu sisi, Kemenparekraf di bidang SDM memiliki dana untuk peningkatan kapasitas pengelola pariwisata yang bisa digunakan kabupaten/kota atau mitranya. Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara melalui Kepala Bidang Industri Pariwisata, Antony Kusbiantoro menandatangani kesepakatan kerjasama untuk pengembangan bidang SDM Parekraf khususnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan kabupaten kota lainnya di Kalimantan Timur. 
Adapun hasil dari rapat kerja ini adalah pemerintah memfasilitasi kepada pelaku parekraf, agar menjadi SDM yang unggul dan berkelanjutan. Sertifikasi untuk sektor parekraf sebagai penguatan untuk SDM parekraf yang unggul dan berkompeten adalah komitmen setiap pemangku parekraf guna memajukan industri parekraf di Provinsi Kaltim.

 Pulau Kumala Terus Berbenah

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan membenahi destinasi wisata Pulau Kumala yang ada di Kecamatan Tenggarong. Setelah beberapa waktu lalu selesai memasang ornamen lampu tematik di Jembatan Repo-Repo sebagai akses masuk ke Pulau Kumala, beberapa wahana di dalamnya juga akan diperbaiki dan ditambah tahun 2024 ini. Rencananya akan ada wahana yang diperbaiki dan ada wahana baru yang dibangun ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Slamet Hadirahardjo beberapa waktu yang lalu. Beberapa wahana yang diperbaiki tersebut diantaranya adalah sepeda air serta pembangunan wahana baru Waterboom. Kedua wahana ini rencananya dikerjakan dalam tahun 2024. Selain itu, Dinas Pariwisata akan menjajaki perbaikan wahana Sky Tower yang ada di dalam Pulau Kumala. Wahana Sky Tower tersebut rencananya bisa difungsikan agar bisa menghidupkan kembali tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kukar. Saat ditanya mengenai anggaran yang disiapkan untuk perbaikan Sky Tower, 
Kepala Dinas Pariwisata Slamet masih belum bisa memperkirakan rinciannya. Sebab, harus dilakukan pengecekkan oleh teknisi. Mesin Sky Tower ini akan kita cek dulu, masih bisa digunakan atau diperbaiki. Tentunya dengan mendatangkan teknisi dari luar. Ini yang akan diusahakan bisa dilakukan tahun 2024. Selain membenahi, memperbaiki dan membuat wahana baru, destinasi wisata Pulau Kumala juga akan dilengkapi dengan kamera CCTV. Hal ini untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pengunjung dan juga tempat wisata. Pemkab Kutai Kartanegara melalui Dinas Pariwisata terus akan coba membenahi destinasi Pulau Kumala ini agar bisa kembali berjaya lagi seperti dulu.

 Indahnya Wisata Alam Negeri Jahetan Layar Anggana

Tidak banyak destinasi wisata yang ada di Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Karena letaknya secara geografis jauh dari Ibukota Kukar, Tenggarong dan melewati Kota Samarinda. Banyak yang tidak mengetahui bahwa Anggana kini memiliki primadona destinasi wisata terbaru. Yakni Negeri Jahetan Layar. Terletak di Desa Kutai Lama, destinasi wisata ini mulai dikenal masyarakat mulai tahun 2022 lalu, tepatnya sejak pandemi Covid-19 mereda. Diceritakan Pemilik Negeri Jahetan Layar, Aji Muhammad Idris. Negeri Jahetan Layar sudah mulai dikembangkan sejak September 2021. Rencananya sendiri terbentuk karena tingginya animo penikmat camping di lahan pribadi miliknya tersebut.
Awalnya membuat fasilitas untuk anak-anak yang dulu hobi camping. Sehingga bagaimana membuat akses ke puncak ini bisa untuk kendaraan. Dulu minimal roda dua, tapi sekarang roda empat sudah bisa. Jadi bangunan awal itu hanya musholla dan toilet. Dan setelah pengelola bangun, banyak pengunjung ramai untuk foto-foto. Karena antusias masyarakat yang tinggi mengunjungi Jahetan Layar dari berbagai daerah. Pengelola terus berkoordinasi bagaimana dapat mengembangkan Negeri Jahetan Layar sebagai destinasi wisata yang dapat memikat banyak pengunjung. Konsep nongkrong dengan alam dan fasilitas mewah terbesit untuk dijalankan. Mulai 2022 pun, Pengelola terus berupaya menambah fasilitas sehingga Negeri Jahetan Layar semakin nyaman bagi wisatawan. Fasilitas-fasilitas terus menambah dari cafe, restoran, spot foto, camping ground, mushola, toilet, ATV hingga villa sejak April 2022. Fasilitas ini sendiri hanya menjadi penunjang pesona Negeri Jahetan Layar. Karena nilai jualnya tetap pemandangan alam yang indah nan asri di puncak bukit. 
Di Negeri Jahetan Layar, wisatawan dapat menghirup segarnya udara alam yang segar. Pemandangan Anggana yang masih dikelilingi luasnya pepohonan yang rimbun dari puncak bukit. Para pelancong wisata dapat menikmati matahari terbit dan terbenam. Untuk sampai ke Jahetan Layar pengunjung hanya perlu menempuh jarak 10 kilometer dari Kantor Camat Anggana. Ini merupakan bagian dari bagaimana kita bisa menarik wisatawan untuk berkunjung ke objek wisata ini. Dalam kurun waktu satu tahun belakangan ini, pengelola terus lakukan pembenahan. Dalam lahan seluas 10 hektare ini, pengelola juga berencana memperluas Negeri Jahetan Layar. Untuk menikmati Negeri Jahetan Layar, pengelola tidak ada mematok tiket masuk. Buka setiap harinya, Negeri Jahetan Layar beroperasi pada 09.00-22.00 WITA di hari Senin-Kamis. Pukul 08.00-23.00 WITA pada Jumat-Minggu. Wisatawan juga hanya perlu masuk, membayar parkir dan membeli makanan/minuman dengan harga terjangkau. Adapun opsi sewa villa dengan fasilitas setingkat hotel yang harganya mulai Rp 400 hingga 700 ribu per malamnya. Saat akhir pekan selalu ramai, kadang pengelola kewalahan hingga ratusan pengunjung datang berkunjung. 

 Keindahan Lampu Taman Kota Raja

Taman Kota Raja di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara kini menjadi destinasi wisata andalan masyarakat dari berbagai daerah yang berada di Kabupaten Kukar. Taman Kota Raja juga sangat menarik untuk menjadi spot berfoto, karena di lokasi ini menyuguhkan pemandangan yang berlatar belakang Jembatan Kartanegara terlebih saat malam hari, kelap kelip lampu berwarna warni mewarnai area Taman Kota Raja. Jembatan Kutai Kartanegara dan Taman Kota Raja, di Kota Tenggarong, Kutai Kartanegara, menjadi salah satu tempat yang diincar oleh masyarakat untuk menikmati hari libur. Sebagai Kota Raja yang merupakan julukan untuk Kota Tenggarong, tentunya kota tersebut memiliki destinasi wisata yang menarik untuk kita kunjungi seperti Ladang Budaya Tenggarong yang merupakan wisata populer di Kota Raja Tenggarong, dan masih banyak lagi tempat – tempat menarik yang dapat kita kunjungi ketika pengunjung sedang berada di tempat tersebut, mulai dari wisata kuliner hingga wisata alamnya. Pada artikel kali ini kami akan menginformasikan ke pengunjung mengenai tempat menarik yang dapat dikunjungi ketika sedang berada di Kota Tenggarong. 
Tempat tersebut bernama Taman Kota Raja Tenggarong yaitu merupakan sebuah Taman Kota yang sangat unik dan menarik untuk dikunjungi bersama keluarga, teman maupun pasangan. Tempat tersebut sangat ramai dikunjungi karena memiliki daya tarik tersendiri bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke tempat tersebut. Tidak hanya itu saja, taman tersebut juga sangat instagramable, sehingga sangat cocok untuk kita yang senang berfoto – foto di tempat tersebut.
Daya tarik yang terdapat di Taman Kota Raja Tenggarong yaitu yang pertama taman ini dibangun di lingkungan perkotaan untuk dinikmati oleh seluruh masyarakat kota Tenggarong. Tempat tersebut selain menjadi lokasi untuk berkumpul dan juga sebagai tempat bersantai. Taman yang ada di Tenggarong juga telah menambah keindahan dari sebuah perkotaan itu sendiri. Sehingga Taman yang ada di kota tersebut menjadi tempat yang memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengunjung yang berkunjung ke tempat tersebut. Taman Kota Raja Tenggarong terletak di pinggir Sungai Mahakam yang lokasinya tersebut berdekatan dengan jembatan kutai kartanegara, tentunya taman ini menjadi tempat favorit untuk masyarakat menghabiskan waktu weekend atau sekedar ingin melepas lelah saat pulang bekerja. Berada di taman tersebut membuat kita akan merasakan hembusan angin yang begitu sejuk  ditambah lagi dengan adanya deretan pepohonan yang ada di sekitar taman yang membuat tempat tersebut semakin asri dan memiliki udara yang menyejukkan. Tidak hanya itu saja aliran air sungai mahakam yang tenang membuat tempat tersebut samakin indah. Taman Kota Raja Tenggarong ini dapat menjadi solusi untuk kita yang mencari tempat wisata yang dapat dikunjungi bersama teman, keluarga atau pasangan yang sedang ingin bersantai dan menikmati pemandangan indah saat berada di kota tersebut. Tempat ini tentunya sangat cocok untuk kita berfoto – foto karena terdapat spot menarik yaitu beberapa menara yang berbentuk payung dengan cahaya lampu yang sangat indah dilihat, menara tersebut jika dilihat – lihat mirip dengan Gardens by the Bay yang ada di Singapura. Untuk harga tiket masuk atau HTM Taman Kota Tenggarong ini tentunya pihak pengelola tidak menarik biaya masuk sepeser pun untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan Taman Kota Raja Tenggarong. Pengunjung hanya cukup membayar biaya parkir saja sebesar Rp. 2.000.

 Salah Satu Wisata Unggulan Kukar, Ladang Budaya

Ladang Budaya Tenggarong, atau yang dikenal sebagai Ladaya, merupakan salah satu objek wisata unggulan di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Dengan luas sekitar 5 hektar, Ladaya menawarkan pengalaman yang kaya akan budaya, sejarah, dan keindahan alam yang memikat pengunjung dari berbagai kalangan. Berlokasi di Tenggarong, Ladaya merupakan kompleks wisata yang menggabungkan elemen-elemen tradisional dengan fasilitas modern.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Taman Budaya, yang merupakan ruang terbuka yang sering digunakan untuk berbagai acara seni dan budaya seperti pertunjukan tari, musik, dan pameran seni lokal. Pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni tradisional seperti tari Enggang atau tari Dayak, yang memperkaya pengalaman wisata budaya mereka. Biasanya pertunjukan sering dilaksanakan saat akhir pekan. Selain Taman Budaya, Ladaya juga menampilkan berbagai bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu dari kejayaan Kerajaan Kutai Kartanegara. Di antara bangunan-bangunan tersebut adalah Istana Kecil, Istana Raja Kutai, dan Museum Mulawarman. Pengunjung dapat menjelajahi sejarah dan kekayaan budaya Kutai Kartanegara melalui koleksi artefak bersejarah dan benda-benda seni yang dipamerkan di museum. Bagi yang mencari pengalaman alam yang menyegarkan, Ladaya menawarkan keindahan alam yang memukau. Pengunjung dapat menjelajahi taman-taman yang indah, mengambil foto di bawah pohon-pohon rindang, atau sekadar bersantai menikmati suasana tenang.
Ladaya juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti area parkir yang luas, warung makan, dan pusat oleh-oleh, sehingga pengunjung dapat merasa nyaman selama berkunjung. Tidak hanya sebagai destinasi wisata, Ladaya juga berperan penting dalam mempromosikan dan melestarikan budaya lokal. Melalui berbagai kegiatan dan acara seni budaya yang diselenggarakan di sini, Ladaya menjadi pusat kegiatan budaya yang berkontribusi pada pembangunan komunitas lokal dan memperkuat identitas budaya daerah. Dengan berbagai daya tariknya yang meliputi seni, sejarah, dan alam, Ladang Budaya Tenggarong atau Ladaya merupakan destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi. Terlebih bagi mereka yang ingin mengeksplorasi kekayaan budaya dan alam Kalimantan Timur. Untuk tiket masuknya cukup terjangkau, pihak pengelola menyama ratakan harga tiker masuk yaitu Rp. 20.000 untuk semua umur. Ladang Budaya buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00.

 Wisata Pantai Biru Kersik Terus Berbenah

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Wisata Pantai Biru Kersik Terus Berbenah. Wisata Pantai Biru yang terletak di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mengalami pembaharuan guna meningkatkan kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah. Kepala Desa Kersik, Jumadi, menjelaskan bahwa pembenahan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik Pantai Biru. Beberapa sarana dan prasarana telah diperbarui, termasuk pembangunan gazebo, tempat duduk, dan penyediaan wifi gratis.
"Pantai ini menawarkan pesona deburan ombak yang tenang, pasir yang bersih, dan deretan pondok serta warung di sepanjang pantai yang siap menyambut pengunjung," ujarnya. Pemerintah desa, bersama Dinas Pariwisata Kukar, turut serta dalam pengembangan Pantai Biru, termasuk penyediaan wahana banana boats. Selain itu, pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pembangunan infrastruktur lainnya juga dilakukan. Meskipun Pantai Biru memiliki potensi yang besar dengan luas pantai sepanjang 2 kilometer, baru sekitar 300 meter yang dimanfaatkan sebagai objek pariwisata. Fokus pembangunan selanjutnya adalah pada infrastruktur, penanganan abrasi, pengelolaan tempat, dan pengembangan UMKM lokal.
Desa Kersik berencana untuk mengembangkan potensi wisata selam di Pantai Biru dengan kerjasama bersama Universitas Mulawarman (Unmul), serta melestarikan batu karang di sekitar laut Marangkayu. "Kami berharap mendapatkan dukungan lebih lanjut dari pemerintah kabupaten dan pihak swasta untuk mengoptimalkan pengembangan Pantai Biru sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan.

 Keindahan Pantai Biru Kersik

Pantai Biru Kersik di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi pilihan menarik bagi masyarakat lokal terlebih saat libur akhir pekan. Selain harga tiket masuknya yang terjangkau pantai ini juga tidak terlalu padat, sehingga nyaman bagi mereka pemburu healing. Pantai ini terletak di Desa Kersik, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara. Waktu tempuh dari Samarinda ke pantai ini sekitar 2,5 jam jika menggunakan kendaraan roda empat. Liburan akhir pekan yang menarik sembari menikmati panorama laut yang indah. Untuk tiket masuk kendaraan bermotor roda 4 di kenakan tarif Rp 30.000 dan tiket masuk kendaraan bermotor roda 2 di kenakan tarif Rp 5.000. Jika kita ingin menyewa Gazebo yang di sediakan di lokasi, kita akan dikenakan tarif mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 200.000. 
Untuk alas terpal sendiri kisaran harganya dari Rp 50.000 hinggan Rp 100.000 . Jika kita bermain air di pantai sehingga perlu untuk masuk ke kamarmandinya, kita akan dikenakan tarif pembelian air Rp 2.000/ ember kecil dan Rp 5.000/ember besar. Untuk kulinernya lagi disini banyak pedagang dan rumah makan mulai dari lalapan, cemil-cemilan, hingga oleh-oleh untuk dibawa pulang bisa kita dapatkan di pantai ini. liburan yang nyaman, menyenangkan, & terjangkau untuk keluarga. 
Pantai ini kerap menjadi tujuan ekowisata dan edukasi mangrove. Pelancong yang datang akan disajikan keindahan wisata bahari. Wisatawan bisa melakukan snorkeling untuk menikmati keindahan biota laut, ditambah ada edukasi Bank Sampah, penanaman pohon mangrove, dan berburu ikan di empang.

 Tempat Untuk Rekreasi Di Wisata Kembang Jaong

Potensi destinasi wisata di Kutai Kartanegara (Kukar) terus bertambah dan berkembang, salah satunya Taman Kembang Jaong di Dusun Bensamar, Kelurahan Loa Ipuh Darat, Tenggarong. Taman yang diresmikan pada Desember 2019 lalu ini merupakan wisata yang menyediakan destinasi yang menarik, seperti pemandangan, lingkungan yang ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. Destinasi ini sangat menarik jika dijadikan liburan bersama keluarga untuk rekreasi. Pengunjung yang berkunjung di Taman Kembang Jaong hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000. Selain itu, pihaknya telah melengkapi taman tersebut dengan berbagai fasilitas seperti gazebo, tenda dan tikar, sedangkan untuk penyewaan sendiri harganya bervariasi.
Kembang Jaong juga dikenal sebagai wisata edukatif yang menghadirkan belasan tanaman hortikultura yang bisa menjadi sarana belajar bagi anak-anak. Jika berkunjung saat musim buah, kamu dapat memetik buah secara langsung. Dari buah petai, durian, rambutan, kembang jaong, matoa, jambu air, lemon, kuini, asam kendis, nangka, pinang, jeruk nipis, kluwih, kelapa, hingga sukun ada disana. Kembang Jaong juga menyediakan fasilitas bagi pengunjung yang ingin mengadakan kegiatan camping karena objek wisata ini memiliki pemandangan yang indah saat malam hari.
Area wisata seluas 2,5 hektare ini juga menyediakan beberapa arena ketangkasan untuk bermain bagi anak. Seluruh wahana permainan juga disesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Tak hanya itu, tempat terbuka dan taman bunga yang indah menjadikan Kembang Jaong sebagai wadah berkemah ataupun sekadar mengabadikan momen dengan foto-foto menarik yang di tangkap. Untuk kesana, kamu hanya butuh waktu sekitar 15 menit dari arah waduk Panji Sukarame. Arah menuju lokasi wisata, juga sudah tersedia di Google Maps.