Bos 222

Bekantan S Hitam

Tabang

Museum Mulawarmanr

Taman Gubangss

Beluluh

Pulau Kumala

Bukit Bangkiray Baruss

Ladayass

Kaltim Park

Statistik

Hit hari ini : 56
Total Hits : 1,861,991
Pengunjung Hari Ini : 36
Pengunjung Online : 1
Total pengunjung : 525,643

Flag Counter

Home Berita dan Artikel

Berita dan Artikel

<< First < Previous 1 2 3 ... 152 Next > Last >>

 Festival Budaya Mecaq Undat 2024 Berlangsung Meriah

Meriahnya pembukaan Festival Budaya Mecaq Undat hari Sabtu pagi, 4 Mei 2024. Mecaq Undat dalam bahasa Dayak Kenyah berarti menumbuk beras hingga menjadi tepung. Mecak Undat itu bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan mereka kemakmuran dengan hasil panen, juga bermakna kebersamaan dan gotong royong, karena dalam acara ini semua orang satu kampong berbaur dan bersama-sama menyiapkan acara ini. Pesta adat Mecaq Undat dilaksanakan oleh suku Dayak Kenyah di Desa Ritan Baru dan Tukung Ritan Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Dengan mengikuti irama gong yang secara serentak, para tokoh masyarakat dan tamu yang hadir ikut menumbuk beras bersama-sama. Masyarakat disuguhkan dengan berbagai perlombaan dan pertunjukan kesenian daerah. Mecaq Undat, upacara adat Suku Dayak Kenyah, menjadi inti dari festival ini. 
Lebih dari sekadar menumbuk beras menjadi tepung (secara harfiah, arti Mecaq Undat dalam bahasa Dayak Kenyah), acara ini merupakan perayaan rasa syukur atas panen padi yang berlimpah dan simbol penyambutan musim panen baru. Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, seperti Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, perwakilan Pemkab Kukar, Camat Tabang, Danramil Tabang, Kanit Samapta Polsek Tabang, dan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk para Ketua Adat Dayak Kenyah serta kepala desa dan perwakilan perusahaan di wilayah Tabang. 
Ini mencerminkan dukungan luas dari berbagai sektor terhadap kegiatan budaya yang memperkaya identitas daerah. Tarian dan sambutan hangat menjadi bagian tak terpisahkan dari acara tersebut. Para tamu, termasuk Ketua Adat Tukung Ritan, Kades Tukung Ritan, Perwakilan Bupati Kutai Kartanegara, dan Ketua Adat Dayak Kenyah Kaltim, memberikan sambutan penting yang memperkuat nilai-nilai budaya dan kerjasama antarinstansi. Tidak hanya sekadar perayaan, festival ini juga memperlihatkan pentingnya menjaga keberagaman budaya lokal. Dengan menyemarakkan syukuran Dayak Kenyah Lepoq Tukung menyambut selesai panen raya tahunan, acara ini menjadi momen untuk merayakan tradisi dan menguatkan ikatan antaranggota masyarakat.



 Khatam Al-Qur’an Dan Silaturahmi Keluarga Dispar

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan mempererat tali silaturahmi, Dinas Pariwisata mengadakan acara Khatam Al-Qur’an dan Silaturahmi Keluarga Besar Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara bersama Dharma Wanita UP. Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara hari Kamis pagi (2 Mei 2024) di Planetarium Jagad Raya Tenggarong. Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat ukhuwah islamiyah bersama seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Dinas Pariwisata & ASN di ruang lingkup Dinas Pariwisata. 
Pentingnya menjaga tali silaturahmi antar pegawai Dinas Pariwisata guna menjaga kerekatan dan solid dalam bekerja untuk melayani masyarakat khususnya dalam hal kepariwisataan yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga pelayanan yang baik pun akan berdampak kepada kepuasan masyarakat yang merasa terlayani dengan baik pula. Kegiatan seperti ini diharapkan akan terus menjadi rutinan setiap tahunnya bagi Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara.

 Dispar Kukar & Disporapar Malang Berkordinasi Kegiatan Etam Begenjoh

Dapat dipastikan pelaksanaan kegiatan “Etam Begenjoh” pada tanggal 18 Mei 2024 di Alun-alun Malang Jawa Timur resmi akan dilaksanakan, ini dapat dipastikan setelah Tim Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) berkoordinasi dan bertatap muka langsung dengan Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Malang, pada Kamis (2/5/2024) pukul 10.00 pagi di ruang rapat Disporapar Malang. Adyatama Kepariwisataan Ahli Muda Disporapar Malang Nanda mengatakan, “Pada prinsipnya kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini, dan terima kasih telah memilih Kota Malang untuk promosi event pariwisatanya”.
Sementara Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar Triyatma diawal pertemuan telah menjelaskan pelaksanaan even Etam Begenjoh, mengatakan “Kenapa dilaksanakan event promosi di Jawa Timur, karena pangsa pasar wisatawan yang datang ke Kukar adalah dari Jawa Timur dan Makassar”. “Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan nanti seperti, Lomba Olah raga Tradisional, Bazar UMKM, Talk Show Budaya, Talent Show dan Penampilan Kesenian tentang Budaya Kukar, seperti Budaya Keraton, Pesisir dan Pedalaman”, ujar Triyatma.

 Rapat Bidang Pemasaran Untuk Persiapan Beberapa Agenda

Kepala Bidang Pemasaran Wisata Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) pimpin rapat sinkronisasi beberapa kegiatan Bidang Pemasaran di bulan depannya dengan jajaran stafnya, pada Senin (29/4/2024) pukul 10.26 di ruang rapat Dispar. Triyatma menjelaskan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan pada bulan Mei dan Juni yang akan datang, seperti pada bulan Mei nanti ada kegiatan “Etam Begenjoh” di Kota Malang pada tanggal 17-20 Mei 2024, dengan membawa tim kesenian tentang Budaya Kukar, seperti Budaya Keraton, Pesisir dan Pedalaman. 
Dijelaskan juga, pada bulan Juni nanti ada kegiatan “Kota Raja Running Festival” pada tanggal 24-25 Juni 2024 di Taman Kota Raja Tenggarong bekerjasama dengan Kaltim Post. “Kota Raja Running Festival terbagi dalam dua kategori, kategori anak sekolah dan umum”, ungkapnya. Beberapa agenda pada bulan Mei ini cukup banyak sehingga perlu kordinasi yang intens untuk melengkapi maupun mempersiapkan kegiatan-kegiatan agar nantinya berjalan dengan baik saat dilaksanakan berkaitan dengan konteks acara maupun kegiatan yang berlangsung.

 Kemeriahan Tenggarong City Run 2024

Tenggarong City Run 2024 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Duta Wisata Indonesia (Adwindo) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar berlangsung meriah. Sebelumnya event yang diikuti sekitar 1.600 peserta yang berasal dari Kukar dan luar Kukar tersebut, dilepas oleh Sekda Kabupaten Kukar Sunggono, di depan Kedaton Kukar, Minggu (28/04/2024). Menurut Kabid Pemasaran Dispar Kukar, Triyatma, dari 1.600 peserta, sekitar 1.000 lebih berada di kategori 5K dan sekitar 500 peserta di kategori 10K. Peserta berasal dari Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, dan Bontang. 
Harapannya dengan diselenggarakannya kegiatan ini, dapat menggerakkan perekonomian masyarakat dan industri pariwisata, termasuk penginapan atau hotel. Dengan banyaknya peserta dari luar daerah, diharapkan hotel-hotel di Tenggarong terisi dan ramai. Ini memberikan dampak positif bagi pelaku pariwisata, dan lainnya. Sebagai informasi, Tenggarong City Run 2024 dimulai dan berakhir di Depan Kedaton Kukar, dimulai pada jam 6 pagi. Rutenya melalui Kedaton menuju Timbau, Jalan Jelawat, balik lagi ke Kedaton untuk kategori 5K. Sedangkan untuk kategori 10K, langsung ke Taman Kota Raja, mutar di Monumen Tuah Himba, ke arah Jalan Lais, belok kanan samping kantor DPRD Kukar, dan belok kiri kembali ke Kedaton.

 Kunjungan DWP Kementrian Kelautan Dan Perikanan Ke Kukar

Penasihat DWP Kementerian Kelautan & Perikanan, Ibu Ernawati Trenggono (Istri Menteri Kelautan Dan Perikanan) mengunjungi Museum Mulawarman Tenggarong hari Sabtu pagi (27/4/2024) dalam rangka rangkaian program kerja Dharma Wanita Persatuan KKP tahun 2024. Dharma Wanita Persatuan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara juga ikut memberi sambutan kepada beliau dengan memberikan cinderamata khas Kabupaten Kutai Kartanegara. Beliau juga berziarah ke makam-makam kesultanan & mengunjungi tempat kerajinan daerah, Pokan Takaq.
Perjalanan kunjungan mereka diawali dilantai atas Museum kemudian kelantai bawah yang terdapat berbagai koleksi keramik berharga yang sudah berumur ratusan tahun dan berakhir di Makam para raja serta kerabat Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Ernawati mengatakan sangat senang bisa berkunjung ke Museum Mulawarman Tenggarong, banyak informasi tentang sejarah yang didapat dan bisa melihat langsung benda yang ada terpajang di Museum. Ia berharap sejarah Di Indonesia tidak hilang begitu saja, perlu membangkitkan kembali para generasi berikutnya untuk terus mengetahui tentang sejarah.

 Koordinasi Internal Komite Ekraf Se Kukar

Sekretaris Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara merangkap Pelakana tugas Dinas Pariwisata Sugiarto membuka secara resmi Forum Asosiasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam rangka koordinasi interrnal Komite Ekonomi Kreatif se Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Kamis (25/4/2024) di Hotel Elty Tenggarong. “Benarkan Ekonomi Kreatif menjadi ekonomi andalan untuk masa depan anak cucu kita”, ujar nara sumber Erwiantono, “Ekonomi Kreatif tidak merusak lingkungan”, sahutnya lagi. 
Hadir dalam pertemuan ini seluruh Kepala Bidang, Adyatama dan beberapa staf Dispar, serta sebanyak 36 peserta dari 12 Kecamatan yang sudah terbentuk Komite Ekonomi Kreatif (Kekraf) yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sugiarto dalam sambutannya mengatakan, “Belum semua Kekraft di kecamatan dibentuk, kedepan kita akan bentuk lagi karena Kekraf adalah partner kita, atau bagian dari kita maka perlu dipoles lagi untuk membangun wisata di Kukar”.
Sugiarto mengingatkan, “Dinas Pariwisata (Dispar) akan melakukan pembinaan-pembinaan di Kecamatan, semua Kekraf di Kecamatan akan kita gerak semua”. Sugiarto menyarankan, “agar ada pertemuan setiap tiga bulan sekali untuk diskusi mengenai pengembangan ekonomi kreatif, kita saling bangun kerjasama demi kemajuan pariwisata kita”. Sementara Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Zikri Umulda mengatakan. “Ada tujuh Kecamatan belum dikukuhkan Kekraf nya dan ini akan menjadi tugas kita kedepan”. Katanya lagi, “Ini adalah pertemuan pertama kita, dan akan diagendakan lagi untuk pertemuan selanjutnya”. “Rekan-rekan mari bentuk ide kreatif di kecamatan karena kalian adalah pelaksana dilapangan, dan Dispar akan merencanakan”.

 Danau Tanjung Sarai Selalu Ramai Saat Liburan

Danau Tanjung Sarai merupakan obyek wisata yang ada di Desa Kedang Murung dengan luas wilayah ± 3,6 Ha, yang baru saja diresmikan pada tahun 2022. Dimana Danau Tanjung Sarai menjadi salah satu potensi besar desa yang bisa dikembangkan. Jarak Tempat Wisata Danau Tanjung Sarai ini adalah nama tempat yang saya kunjungi, kurang lebih 60km jika dilihat di Maps dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam jika lalu lintas padat dan bisa hanya dengan 2,5 jam jika lalu lintas normal. 
Medan jalannya dari Samarinda, tempat tinggal saya menuju ke Kota Bangun sangatlah bagus, jalannya sudah mulus dengan aspal dan sebagian ada juga yang jalan semen cor. Secara garis besar perjalanan kita tidak akan menemui kesulitan yang berhubungan dengan akses jalan rayanya. Sungguh kita sangat dimanjakan dengan suasana yang masih asli di sini. Suasana hutan Kalimantan yang terkenal dengan pohon-pohon tropisnya, dan dilokasi ini kita masih bisa menemui kondisi hutan yang benar-benar masih asli. 
Terbayang betapa luar biasanya di tengah hutan kita bisa menjumpai pemandangan sebuah danau yang bersih dan asri dengan beberapa gugusan pulau-pulau kecil yang ada di perairan. Di tempat ini biasanya memiliki waktu kunjungan yang ramai, yaitu ketika sore hari. Banyak pengunjung yang menghabiskan waktu disini menikmati senja bersama orang-orang terkasih dan keluarga serta teman-teman mereka. Objek wisata ini selalu ramai biasanya saat akhir pekan ataupun hari libur, buka setiap hari dari pukul 09.00 – 18.00. Tiket masuk motor Rp. 5.000 dan mobil Rp. 10.000.

 Indahnya Wisata Danau Siran Di Muara Kaman

Meningkatnya pemanfataan kekayaan alam sebagai tempat wisata di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berkembang secara masif, yang dikelola oleh masing masing Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dimasing masing desa atau wilayah. Salah satunya Pokdarwis Danau Siran yang selama ini telah mengembangkan wisata Danau Siran, wisata yang terletak di Desa Muara Siran, kecamatan Muara Kaman ini memiliki pesona yang cukup indah dan digadang-gadang sebagai Raja Amptanya kabupaten Kukar. Danau ini memiliki luasan kurang lebih 9.000 hektare, dan memanjakan mata dengan keindahan alamnya yang asri. Para pengunjung dapat mengelilingi Danau Siran dengan perahu dayung sambil mengabadikan momen dengan berfoto. Tidak hanya itu wisatawan dapat menginap sekaligus menikmati pemandangan matahari terbit dan matahari terbenam. 
Untuk kunjungan wisata, pengelola menyediakan paketnya, kemudian ada penginapan atau homestay yang disediakan warga. Lalu ada view danau yang indah dan pengunjung bisa main canoe (perahu dayung) di hutan gambut dengan tenang seperti di Raja Ampat, ungkap Heri Fadli, Ketua Pokdarwis Danau Siran belum lama ini. Diungkapkan Ketua Pokdarwis Danau Siran, Heri menyebutkan pada tahun 2023 lalu wisata Danau Siran sempat ditutup, hal ini lantaran kemarau yang cukup panjang, namun saat ini sudah dibuka kembali. Tidak hanya berfokus terhadap pengelolaan wisata Danau Siran namun kelompok Pokdarwis ini juga melakukan pemberdayaan terhadap warga setempat. Untuk pemberdayaan warga, Kita bekerjasama melalui penyediaan homestay, tarifnya tergantung juga, misal penjemputan dari kecamatan ada paketan, tarifnya untuk tujuh orang itu biaya transport 1,4 juta, langsung masuk ke danau. Tapi untuk tiket masuk kita patok lima ribu saja.
Kedepanya Pokdarwis ini akan melakukan inovasi untuk pengembangan Danau Siran yaitu dengan penambahan pohon resau, menata ulang agar lebih bagus dan terlihat cantik. Dan akan ada rencana menambah gazebo, menara agar wisatawan dapat melihat sunset dan melihat hutan gambut. Danau Siran sudah resmi beroperasi sejak tahun 2022. Kendati demikian Pokdarwis Danau Siran berharap akses jalan menuju tempat wisitu dapat diperbaiki, sebab Danau Siran merupakan wisata yang memiliki potensi alam yang sangat menjual. Jalan darat penghubung antar desa menuju tempat kami itu sangat diperlukan. Karena saat ini jalan penguhubung darat masih sulit, dan membuat biaya wisata mahal. Jadi kami meminta agar ada akses penghubung dari Bukit Jering ke Danau Siran. Karena dari Tenggarong saja ke kecamatan itu minimal 2,5 jam. Dari Muara Siran ke kecamatan jemputnya 40 menitan. Baru dari kampung ke danau itu 40 menitan juga. Tentu ini cukup mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan.

 Wahana Baru Di Lamin Etam Ambors

Serunya liburan di Lamin Etam Ambors Samboja Kutai Kartanegara. Jika singgah di Samboja, tidak lengkap rasanya kalau belum singgah di Objek Wisata ini. Spot foto instagramable, wahana permainan yang seru, & berbagai macam tempat menarik menjadikan Objek Wisata ini favorit keluarga untuk berlibur di akhir pekan. Pengunjung selalu memadati objek wisata ini untuk sekedar mengisi waktu libur bersama keluarga. Terlihat pengunjung selalu memadati Lamin Etam Ambors saat akhir pekan maupun saat libur sekolah. 
Pengunjung seperti anak-anak maupun dewasa sering menghunjungi wahana bermain yang menjadi favorit bagi pengunjung untuk menikmati keseruan wahana bermain di Lamin Etam Ambors yang mempunyai fasilitas cukup lengkap untuk menunjang wisatawan dalam berwisata. Pengunjung tidak hanya masyarakat sekitar Samboja saja, tetapi ada dari Balikpapan, Samarinda, Tenggarong, bahkan Penajam Paser Utara pun datang ke objek wisata buatan ini. Berwisata yang seru untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga tercinta. Terlebih disini ada wahana baru seperti Kuda Bendi yang bisa mengantarkan kita keliling, ada juga tunggang kuda kecil yang bisa ditunggangi anak-anak, dan ada Dino Ride dengan nuansa dinosaurus. Objek Wisata ini buka Setiap Hari dari jam 08.00 - 17.00. Info reservasi: 0813-5177-1207